081334198058 sman2_wahau@yahoo.co.id

Lepas Penat Pasca-ASAT, Siswa SMAN 2 Muara Wahau Pacu Kekompakan Lewat Outbound di Embung Banyu Langit

Berita

Lepas Penat Pasca-ASAT, Siswa SMAN 2 Muara Wahau Pacu Kekompakan Lewat Outbound di Embung Banyu Langit

16 Jun 2026
Lepas Penat Pasca-ASAT, Siswa SMAN 2 Muara Wahau Pacu Kekompakan Lewat Outbound di Embung Banyu Langit

KONGBENG – Guna menyegarkan kembali pikiran peserta didik setelah menempuh Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT), SMAN 2 Muara Wahau menggelar kegiatan outing class berbasis outbound. Kegiatan yang penuh keseruan dan edukasi ini sukses dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026, bertempat di destinasi wisata Embung Banyu Langit, Desa Sukamaju, Kecamatan Kongbeng.

Diikuti oleh seluruh siswa kelas 10 dan 11, kegiatan luar kelas ini dirancang khusus untuk mengembangkan kemampuan motorik, mengasah kerja sama tim, serta mempererat tali persaudaraan antar-siswa.

Unjuk Kreativitas dan Taklukkan 9 Pos Tantangan

Acara diawali dengan apel pagi yang khidmat, kemudian langsung dibakar oleh semangat kompetisi yang sehat. Setiap kelompok siswa unjuk gigi menampilkan yel-yel kreatif dan energik yang telah mereka persiapkan sebelumnya di depan para guru dan rekan-rekan mereka.

Keseruan semakin memuncak saat memasuki sesi games. Para guru SMAN 2 Muara Wahau mengambil peran penting dengan berjaga di 9 pos berbeda yang tersebar di area Embung Banyu Langit. Di setiap pos, para guru telah menyiapkan berbagai permainan tantangan yang menguji strategi, komunikasi, dan kekompakan kelompok.

Sistem kompetisi dibuat menarik: setiap kelompok harus menaklukkan tantangan di setiap pos untuk mengumpulkan poin demi poin. Kelompok dengan akumulasi poin terbanyak di akhir petualangan dinobatkan sebagai Juara Utama Outing Class Outbound tahun ini.

Belajar di Alam, Segarkan Pikiran

Pihak sekolah menjelaskan bahwa outbound di Embung Banyu Langit ini bukan sekadar liburan biasa, melainkan metode pembelajaran kontekstual di luar kelas. Melalui permainan kelompok, siswa secara tidak sadar diajak untuk menurunkan ego, mendengarkan satu sama lain, dan memecahkan masalah bersama—sebuah keterampilan penting (soft skills) yang tidak selalu bisa didapatkan di dalam ruang kelas.

Seluruh rangkaian acara yang berlangsung sejak pagi tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai rencana. Wajah-wajah tegang pasca-ujian seketika runtuh, digantikan oleh tawa, canda, dan semangat kebersamaan yang membara di bawah alam terbuka Kongbeng.